header image
 

66 Parpol Daftar ke KPU

Hingga batas akhir masa pendaftaran partai politik (Parpol) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa mengikuti Pemilu Tahun 2009, tadi malam (12/5) pukul 24.00 WIB, terdapat 66 Parpol yang mendaftarkan dirinya. 66 Parpol yang mendaftarkan diri tersebut merupakan Parpol baru yang telah lolos administrasi di Depkumham dan Parpol lama yang mengantongi SK berdasarkan UU Pemilu Tahun 3003.

Dari 66 Parpol yang telah mendaftarkan dirinya tersebut, nantinya akan dilakukan verifikasi oleh KPU untuk ditentukan apakah bisa menjadi kontestan dalam Pemilu 2009 atau tidak. Verifikasi akan dilakukan terhadap berkas-berkas yang dilampirkan Parpol saat melakukan pendaftaran.

–baca selengkapnya>

10 Fakta Tidak Menyenangkan Pasca Reformasi

Krisis ekonomi berkepanjangan yang tak kunjung berakhir pada era kepemimpinan Presiden Soeharto yang menyebabkan lemahnya perekonomian Indonesia menjadi pemicu munculnya gerakan reformasi yang turut dipelopori oleh sejumlah mahasiswa dari seluruh penjuru nusantara melalui aksi-aksi demonstrasinya pada Mei 1998 yang lalu.

Desakan yang cukup kuat dari aksi-aksi demonstrasi pun mengakibatkan mundurnya Soeharto dari jabatan presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 2008. Pasca lengsernya Soeharto, era reformasi pun muncul menggantikan orde baru. Masyarakat sangat berharap dengan hadirnya era baru ini keadaan bangsa akan menjadi lebih baik dari era sebelumnya.

–baca selengkapnya>

10 Program TV Bermasalah

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menetapkan sepuluh tayangan siaran TV bermasalah dan meminta publik untuk mewaspadainya. Tayangan-tayangan tersebut mencakup sinetron serial, variety show, dan tayangan anak. Adapun tayangan-tayangan yang bermasalah tersebut adalah, Cinta Bunga (SCTV), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Extravaganza (Trans TV), Jelita (RCTI), Mask Rider Blade (ANTV), Mister Bego (ANTV), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Si Entong (TPI), dan Super Seleb Show (Indosiar).

Penetapan ini didasarkan atas hasil evaluasi tim panelis yang diketuai oleh Prof. Dr. Arief Rahman, wakil ketua Dedy Nur Hidayat Ph.D, dan anggota Dr. Seto Mulyadi, Dra. Nina Armando MSi, Bobby Guntarto, MA, dan Ir. Razaini Taher serta dibantu oleh 11 orang analis.

–baca selengkapnya>

Istirahatkan Mata Sejenak

Seiring dengan perkembangan zaman yang cukup pesat, dewasa ini piranti komputer bukan lagi menjadi barang yang asing bagi masyarakat luas. Komputer telah akrab di tengah-tengah derasnya arus informasi. Terlebih bagi yang memiliki pekerjaan yang harus menggunakan komputer. Komputer telah menjadi menu santapan setiap harinya.

Masyarakat awam pun saat ini sudah akrab dengan komputer, bahkan terkadang tahan untuk berlama-lama duduk di depan komputer dengan beragam tujuan penggunaannya. Apalagi karena tuntutan pekerjaan yang harus berlama-lama memelototi layar monitor komputer. Seringkali menjadi lupa menjaga kesehatan mata. Padahal radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer bisa menyebabkan kelelahan pada mata.

–baca selengkapnya>

Harta Cagub dan Cawagub

Bertempat di Kantor KPUD Jateng, Sabtu (3/5) kemarin, KPUD Jateng membacakan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) yang dimiliki oleh masing-masing Cagub dan Cawagub yang akan bertarung dalam Pilgub Jateng 22 Juni 2008 mendatang.

Dari 10 Cagub dan Cawagub yang diundang oleh KPUD Jateng, hanya Agus Soeyitno (Cagub yang diusung PKB), Abdul Rozaq Rais (Cawagub yang diusung PPP dan PAN) dan Bibit Waluyo (Cagub yang diusung PDI Perjuangan) yang hadir untuk membacakan sendiri harta kekayaan yang dimilikinya. Sementara Cagub dan Cawagub lainnya memberikan kuasa kepada KPUD Jateng untuk membacakan LHKPN mereka. Dari laporan harta kekayaan yang dibacakan diketahui bahwa Sukawi Sutarip (Cagub yang diusung Partai Demokrat dan PKS) memiliki harta kekayaan paling banyak dan Kholiq Arief (Cawagub yang diusung PKB) memiliki harta kekayaan paling sedikit.

-baca selengkapnya

Manusia Hanya Bisa Merencanakan

Semua jalan hidup manusia memang sudah digariskan dan ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Namun sebagai insan ciptaan-Nya, manusia juga dituntut untuk selalu berusaha, berusaha dan terus berusaha. Berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin, berusaha untuk lebih baik dari hari ini, dan berusaha untuk menyongsong hari esok yang lebih cerah.

Berusaha dengan membuat rencana-rencana untuk mencapai hari esok yang lebih baik. Rasa yakin dan optimis akan rencana yang telah dibuat harus senantiasa menemani langkah setiap harinya. Rasa yakin akan mampu melewati hari esok dengan segala rencana yang telah disusun. Tanpa rasa optimis, apalah artinya sebuah rencana hidup yang sudah dibuat.

–baca selengkapnya>

Saatnya Mulai Menentukan Pilihan

Bagi sekitar 25,8 juta masyarakat Jawa Tengah yang telah masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT), saat ini sudah bisa mulai menentukan pilihan siapa calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) yang layak untuk memimpin Jawa Tengah selama lima tahun kedepan yang akan dipilih pada saat hari pencoblosan 22 Juni 2008 mendatang.

Hari ini (29/4), KPUD Jateng menggelar Rapat Pleno Terbuka yang dihadiri oleh semua pasangan Cagub dan Cawagub untuk menetapkan nomor urut pasangan. Pengambilan nomor undian berdasarkan nomor urut daftar hadir Cagub dan Cawagub di Kantor KPUD Jateng. Pasangan yang datang pertama akan mendapatkan giliran pertama pula untuk mengambil nomor undian.

–baca selengkapnya>

Andalkan Halaman Lokal

Pembaca tentu akan lebih tertarik membaca suatu berita yang terjadi atau berkaitan dengan daerahnya sendiri, bila dibandingkan dengan berita yang terjadi di daerah yang nun jauh di sana. Untuk itu banyak strategi yang diterapkan oleh masing-masing media untuk lebih mendekatkan diri dengan khalayak pembacanya. Salah satunya adalah dengan menghadirkan halaman-halaman khusus yang bersifat lokal atau kedaerahan.

Sebagai harian yang berskala nasional, Kompas dan Seputar Indonesia rasanya cukup memahami akan hal ini. Kompas dan Seputar Indonesia sama-sama menyajikan halaman khusus yang bersifat kedaerahan. Kompas yang sudah terbit sejak 28 Juni 1965, saat ini setidaknya telah menghadirkan halaman-halaman lokal di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Bagian Utara. Sementara Seputar Indonesia yang terbit perdana pada 30 Juni 2005, saat ini telah hadir dengan sajian edisi lokalnya di daerah Jawa Tengah & DIY, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan.

–baca selengkapnya>

Nongkrong di Warung Nasi Kucing

Nasi dengan porsi yang sangat sedikit dan lauk secukupnya yang disajikan dengan dibungkus di Semarang lebih akrab disebut dengan Nasi Kucing atau Sego Kucing. Sementara di Yogyakarta lebih dikenal dengan angkringan dan di Solo lebih dikenal dengan nasi hik, yang konon artinya hidangan istimewa kampung.

Keberadaan warung yang menyajikan Nasi Kucing di Semarang cukup banyak dan dengan mudah dapat ditemukan, sebut saja seperti di Bundaran Simpang Lima, Jl.Pahlawan, Jl.Hayam Wuruk, Jl.Sriwijaya, Jl.Pleburan, Jl.Kertanegara, Jl.Kusumawardani, Jl.Singosari dan masih banyak lagi di tempat lainnya, baik di kawasan Semarang Bawah maupun Semarang Atas. Namun yang cukup terkenal adalah Nasi Kucing Pak Gik yang terletak di Jl.Gajah Mada yang mulai buka tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB hingga pagi hari.

–baca selengkapnya>

Tajuk Rencana sebagai Identitas Diri

Setiap media massa baik dalam bentuk cetak maupun elektronik, tentulah memiliki ideologi-ideologi atau nilai-nilai yang hendak diusung melalui medianya. Dalam media cetak baik surat kabar, tabloid maupun majalah, biasanya dapat terlihat dalam rubrik Tajuk Rencana yang ada. Tajuk Rencana merupakan salah satu rubrik yang selalu ada di setiap media. Biasanya hadir dengan nama yang berbeda-beda, seperti Jati Diri dalam Jawa Pos, Tajuk Rencana dalam Suara Merdeka, Jambi Ekspres, Kompas dan Editorial dalam Media Indonesia.

Tajuk Rencana berisikan opini yang dibuat oleh dewan redaksi mengenai suatu persoalan tertentu yang sedang menjadi sorotan dalam pemberitaan di tengah masyarakat. Opini yang dibangun biasanya mengenai sikap institusi media apakah mendukung atau menentang terhadap suatu persoalan yang sedang disorot. Tajuk Rencana disampaikan dengan argumentasi-argumentasi guna mendukung kebijakan redaksional yang hendak diusung. Tajuk Rencana umumnya digabung dalam halaman Opini dari pembaca, Surat Pembaca, dan Anekdot dari redaksi.

–baca selengkapnya>