Demi Meraih Simpati Masyarakat

Pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai penetapan calon anggota legislatif (Caleg) yang terpilih berdasarkan suara terbanyak -tidak berdasarkan nomor urut- membuat setiap Caleg harus berjuang ekstra keras untuk dapat dikenal oleh masyarakat. Beragam cara ditempuh hanya demi dikenal dan meraih simpati dari calon konstituennya. Dan pada akhirnya bisa dipilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif yang akan digelar pada 9 April 2009 mendatang.

Untuk lebih mengenalkan diri, setiap Caleg terus berlomba memperkenalkan diri melalui beragam media, mulai dari dengan memasang bendera, spanduk, umbul-umbul, poster, baliho, stiker, memasang iklan di media cetak dan elektronik dan lain sebagainya. Persaingan yang cukup ketat juga membuat bermunculan atribut Caleg hampir di setiap jalan dan sudut-sudut yang strategis di Kota Semarang.

Maraknya atribut Caleg yang mirip ‘hutan poster’ justru membuat masyarakat sedikit bingung karena jumlahnya yang terlalu banyak dan pemasangan yang terkesan semrawut. Hal seperti ini justru akan bertolak belakang dengan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap Caleg, yakni meraih simpati masyarakat. Cara-cara yang agak lain pun menjadi harus dilakukan dan harus ditempuh.

warung-calegSalah satu yang menarik dan cukup banyak dengan mudah dijumpai di Kota Semarang saat ini adalah Caleg memperkenalkan diri kepada masyarakat dengan ‘menumpang’ identitas di warung-warung makan yang terletak di pinggiran jalan yang mudah terlihat banyak orang. Selain memajang foto dan identitas Caleg yang bersangkutan dan ajakan untuk mencontreng pada Pemilu Legislatif mendatang juga terdapat nama dan sajian menu yang terdapat di warung makan tersebut. Seperti tampak dalam foto salah seorang Caleg DPRD Kota Semarang dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang terdapat di warung makan Jakarta 99 di bilangan Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kota Semarang. Dengan cara ini selain menguntungkan sang Caleg juga turut memberikan keuntungan tersendiri bagi warung makan yang bersangkutan karena menjadi tampak lebih menarik.

baliho-calegUntuk sedikit mengurangi anggaran kampanye, Caleg juga tak sedikit yang melakukan ‘koalisi’ dalam memasang atribut untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Satu spanduk, baliho, poster atau stiker bisa dibuat untuk memperkenalkan dua Caleg sekaligus. Pembuatan atribut bersama ini kebanyakan dilakukan antara Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota, Caleg DPRD Provinsi, Caleg Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI atau calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Toh keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk bisa dipilih masyarakat pada 9 April 2009 mendatang. Seperti yang dilakukan Caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Caleg DPRD Kota Semarang dari Partai Bulan Bintang (PBB) dengan memasang atribut bersama di daerah Tlogosari Kota Semarang.

stiker-calegCara lain yang dilakukan oleh Caleg untuk bisa merebut simpati di setiap tempat adalah dengan memasang stiker Caleg di bagian belakang angkutan kota (Angkot). Dengan cara ini maka akan lebih banyak masyarakat yang melihat stiker Caleg yang bersangkutan karena bisa berjalan dan tak hanya diam di satu tempat saja. Selain menguntungkan bagi Caleg, dengan menggunakan stiker One Way Vision maka penumpang yang berada didalam Angkot pun masih bisa melihat keluar tanpa terganggu dengan adanya stiker Caleg. Seperti yang dilakukan oleh salah seorang Caleg DPRD Kota Semarang dari PAN yang memasang stiker di bagian belakang Angkot yang tengah berada di kawasan Jalan Supriyadi Kota Semarang.

Beragam kreatifitas dari sang Caleg patut mendapatkan apresiasi tersendiri. Kesemuanya terus dan akan terus dilakukan hingga batas akhir masa kampanye tiba demi mendulang pundi-pundi simpati dari masyarakat untuk bisa memilihnya pada Pemilu Legislatif yang kurang beberapa hari lagi. *

~ by isdiyanto on 31 March 2009.

2 Responses to “Demi Meraih Simpati Masyarakat”

  1. Jadi adil ya bang? Jadi Caleg gak terlalu kuatir masalah nomor urut. Kayaknya, terkadang no urut jadi permasalahan.

  2. silakan kunjungi http://www.usmanyatim.wordpress.com

    kritik dan saran diterima

Leave a Reply