Mengembalikan Fungsi Partai Politik

Partai politik (parpol) saat ini tidak mampu mengemban aspirasi masyarakat. Sering keinginan dan kehendak masyarakat justru berlawanan dengan apa yang dilakukan oleh parpol. Hal ini karena parpol tidak mampu menjalankan fungsi-fungsi yang dimilikinya sebagai partai politik. Idealnya parpol harus mampu menjalankan empat fungsi yang ada. Pertama, sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat. Kedua, sebagai sarana komunikasi politik. Ketiga, sebagai sarana rekruitmen politik. Dan keempat, sebagai sarana peredam konflik.

Parpol seharusnya mampu melakukan pendidikan dan penjelasan kepada masyarakat mengenai apa yang berkaitan dengan perpolitikan bangsa dan negara, memberikan pengertian kepada masyarakat supaya tidak menjadi anti terhadap dunia politik. Dan masyarakat menjadi paham akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana perilaku dalam berbangsa dan bernegara.

Parpol juga dituntut untuk mampu mengkomunikasikan apa yang menjadi kehendak dan keinginan masyarakat untuk dirumuskan dan disampaikan kepada pembuat kebijakan, dalam hal ini adalah pemerintah. Sehingga pemerintah dapat mengetahui apa sebenarnya yang menjadi keinginan dan kebutuhan masyarakat. Namun keadaan yang ada justru seringkali kehendak dan keinginan masyarakat bertentangan dengan suara yang disampaikan oleh parpol.

Parpol dituntut untuk mampu melakukan rekruitmen politik. Artinya parpol harus senantiasa menyediakan generasi-generasi muda yang siap dan sanggup untuk melanjutkan estafe kepemimpinan politik di segala jenjang. Proses kaderisasi dalam parpol menjadi sangat penting untuk diperhatikan supaya parpol mampu memiliki kader-kader yang ‘siap pakai’ dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara. Namun apalacur, parpol seringkali mengabaikan fungsi yang satu ini. Sangat nampak ketika menjelang proses pemilihan kepala daerah misalnya, parpol sering tidak siap untuk mengajukan kadernya untuk bertarung dalam pemilihan tersebut.

Terakhir, parpol harus mampu meredam segala konflik yang terjadi dalam masyarakat. Parpol dituntut untuk mampu mengelola segala kemungkinan yang mengarah terjadinya konflik dalam masyarakat. Namun akhir-akhir ini, tak sedikit parpol yang justru menjadi pemicu konflik dalam masyarakat. Seperti ketika terjadi konflik perselisihan pasca pemilihan kepala daerah.

Melihat sedikit ulasan ‘das sollen’ (apa yang seharusnya) dan ‘das sein’ (fakta yang ada) mengenai parpol di atas, sudah seharusnya parpol merubah pola perilaku selama ini yang sering bertentangan dengan kehendak dan aspirasi masyarakat. Parpol harus mampu menjalankan segala fungsi yang melekat pada dirinya. Sejatinya parpol ada adalah untuk mengakomodasi segala kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pengurus parpol saja. Sejatinya parpol ada sepanjang masa di tengah masyarakat, bukan menjelang Pemilu saja. *

~ by isdiyanto on 17 February 2008.

2 Responses to “Mengembalikan Fungsi Partai Politik”

  1. numpang sidak mas…

  2. bagi saya dunia ini ada dua, dunia idealita dan dunia realita, kalau dunia dalam berita beda lagi. idealita tentu saja sesuatu yang ideal, yang berada di tataran ide, pikiran dan penuh awang-awang, dreaming. sedangkan realita, tentu saja kenyataan, riil adanya. politik termasuk didalamnya partai politik dan aktor-aktor politik bagi saya adalah realita, mereka nyata ada, mereka benar ada. kenyataan adanya politik yang baik tentu dan perlu dicita-citakan, nah inilah letaknya di dunia idealita.

    jangan terlalu berharap pada idealita, namun bergeraklah bersama realita. aktif dan mengikuti proses merupakan bagian dari bergerak bersama realita. jangan mau dibohongi, jangan mau ditindas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: