Pengurus Provinsi Mapilu PWI Jateng Dilantik

Bertempat di Gedung Pers Jateng, Jalan Tri Lomba Juang No.10 Semarang, Jumat (14/3) kemarin, Pengurus Provinsi Masyarakat dan Persatuan Wartawan Indonesia Pemantau Pemilihan Umum (Mapilu) PWI Jateng dilantik. Pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Drs.H.Ali Mufiz, MPA, Ketua Umum PWI Pusat Drs.Tarman Azzam, Ketua PWI Jateng Sasongko Tedjo, SE,MM, Ketua Mapilu PWI Nasional Hendri J Kede dan Ketua Mapilu PWI Jateng sebelumnya Drs. Amirudin, MA.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz meminta Mapilu PWI Jateng tidak hanya memantau jalannya Pilgub Jawa Tengah, namun juga turut memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang suksesi kepemimpinan di Provinsi Jawa Tengah yang akan digelar 22 Juni 2008 mendatang. Sementara itu Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam mengatakan, Mapilu PWI Jateng berhasil menjalankan tugas pemantauan dengan baik, bahkan menjadi Mapilu terbaik se-Indonesia. Lebih lanjut Tarman Azzam mengingatkan, pengurus baru jangan sampai terlena dengan prestasi yang telah diraih tersebut, apalagi tugas penting dalam waktu dekat sudah menunggu, baik Pilkada kabupaten/kota, Pilgub, maupun Pemilu dan Pilpres 2009.

Adapun susunan Pengurus Provinsi Mapilu PWI Jateng yang dilantik, berdasarkan SK Pengurus PWI Cabang Jawa Tengah No.006/KEP/PWI/II/2008 tanggal 26 Februari 2008 adalah sebagai berikut: A. Zaini Bisri (Suara Merdeka) sebagai Ketua, Novel Ali (FISIP Undip Semarang) sebagai Wakil Ketua, Eko Hari Mudjiharto (Suara Merdeka) sebagai Sekretaris, Syamsul Huda (Duta Masyarakat) sebagai Wakil Sekretaris, Sugayo Jawama Adam (Majalah Info Jateng) sebagai Bendahara, Suhirno (Sekretariat PWI Cabang Jateng) sebagai Wakil bendahara.

Widiyartono (Wawasan) sebagai Ketua Divisi Advokasi dan Pemantauan, Achmad Zaenal Muttaqin (Perum LKBN Antara Jateng) sebagai Anggota Divisi Advokasi dan Pemantauan, Titik Widhyani (TVRI Jateng) sebagai Ketua Divisi Pendidikan dan Penerangan, Sutono (RRI Semarang) sebagai Anggota Divisi Pendidikan dan Penerangan, Imam Nuryanto (Suara Merdeka) sebagai Ketua Divisi Hubungan Antar Lembaga, Valentina Estiningsih (Cempaka Minggu Ini) sebagai Anggota Divisi Hubungan Antar Lembaga, Djoko Sadono (Suara Merdeka) sebagai Ketua Divisi Dokumentasi.

Sementara itu, sebagai Pelindung Pengurus Provinsi Mapilu PWI Jateng adalah Sasongko Tedjo, SE,MM. (Suara Merdeka), sedangkan Ketua Dewan Etik adalah Drs. Amirudin, MA. (FISIP Undip Semarang) dengan anggota Soetjipto, SH. (Wawasan), Amir Machmud NS, SH,MH. (Suara Merdeka), serta Didi Wahyu, SH,MH. (Suara Merdeka).

Ada yang unik dalam kepengurusan Mapilu Jateng yakni tidak adanya batasan masa jabatan kepengurusan. Artinya, kepengurusan yang ada dapat diganti sewaktu-waktu ketika dibutuhkan, misalnya demi penyegaran pengurus organisasi.

Terkait dengan pelaksanaan Pilgub Jateng, Mapilu PWI Jateng membuka hotline pengaduan dari masyarakat. Masyarakat dapat menyampaikan ke Sekretariat Mapilu PWI Jateng di Gedung Pers Jawa Tengah, Jalan Tri Lomba Juang No.10 Semarang atau PO.BOX. 1262/SM, telepon/SMS: (024) 70329897, faksimile: (024) 8447808, atau dapat pula melalui e-mail dengan alamat: mapilu.jateng@gmail.com. (dari berbagai sumber)

~ by isdiyanto on 17 March 2008.

5 Responses to “Pengurus Provinsi Mapilu PWI Jateng Dilantik”

  1. Ada indikasi nepotisme dalam pelaksanaan seleksi calon anggota KPU Kota Magelang Tahun 2008, berupa banyaknya keterwakilan dari UTM (Universitas Tidar Magelang), baik dari Ketua Tim Seleksi (DR. Cahyo Yusuf, M.Pd yang merupakan Rektor Universitas Tidar Magelang) sampai peserta tes (sudah lolos tes administrasi dan tertulis) : 1. Drs.M. Nata Saputra, M.Si – Dosen UTM : merupakan sekretaris DPC PDP kota Magelang dan baru saja mundur 1 tahun yg lalu, melanggar psl 11 UURI no 22 th 2007 tentang penyelenggara pemilu , 2. Drs. Hendrarto, M.Si – Dosen UTM: dulu pernah terkait kasus pemakaian KTP Kab. Magelang dalam pendaftaran anggota kpu tahun 2003 tapi tetap lolos bahkan menjadi Ketua KPU Kota Magelang sampai Agustus 2008 dan merupakan keluarga (keponakan) dari salah satu angota tim seleksi lainnya yaitu: Drs. Ismudiyono, 3. Dra. Eny Orbawati – Dekan UTM : bagaimana bisa bekerja di 2 lembaga dengan optimal? – juga merupakan anggota tim seleksi calon angota KPU Kota Magelang Tahun 2003, 4. Supriyadi: PNS; apakah mendapat ijin dari atasan unit kerja untuk bekerja sepenuh waktu? Dan banyak calon anggota KPU yang performancenya dan wawasanya kurang yang bertujuan hanya mencari uang dan pekerjaan.

  2. 1. Adanya unsur nepotisme dalam pelaksanaan seleksi calon anggota KPU Kota Magelang, yaitu; banyaknya keterwakilan dari Universitas Tidar Magelang (UTM) dan beberapa kasus yang terkait dengan peserta calon seleksi lainnya. Datanya adalah sebagai berikut:
    a) Ketua Tim Seleksi calon anggota KPU Kota Magelang adalah; DR. Cahyo Yusuf, M.Pd (Rektor UTM)
    b) Beberapa pesertanya juga berasal dari UTM dan memiliki kedekatan secara institusi yaitu: Dra. Eny Boedy Orbawati, M.Si (Dekan Sospol UTM – saat ini terkait dengan belum membuat Surat Pernyataan Bekerja Sepenuh Waktu, mengingat kesibukan seorang dekan yang luar biasa sibuknya dan untuk menjadi Anggota KPU harus bekerja dengan sepenuh waktu). Drs. Hendrarto, M.Si (Dosen UTM): Pernah terkait kasus penggunaan KTP Kabupaten Magelang dalam pendaftaran calon anggota KPU Kota Magelang pada tahun 2003, tetapi diloloskan bahkan menjadi Ketua KPU Kota Magelang dan perlu diketahui bahwa yang bersangkutan masih keluarga dekat dari salah satu anggota Tim Seleksi calon anggota KPU Kota Magelang yaitu; Drs. Ismudiyono. M. Nata Saputra, S.H, M.Si: (Dosen UTM): masih merupakan Sekretaris DPP Partai Demokrasi Pembaharuan Kota Magelang.
    c) Ir. Bagus Triwiyono: sebagai Divisi Pendaftaran pemilih dan Pencalonan Peserta Pemilu, telah meloloskan pendaftaran Walikota Magelang H. Fahriyanto (saat ini tersangka kasus Stadion Madya Kota Magelang) pada Pilkada 2005, padahal saat itu yang bersangkutan mendaftarkan diri sebagai calon Walikota Magelang 2005 dengan ijazah SLTA palsu, saat ini kasusnya masih diproses di Polda Jateng. Yang bersangkutan juga masih keluarga dekat Walikota Magelang H. Fahriyanto dan sebagai seorang Anggota KPU tidak mempunyai sifat yang tegas terhadap Partai Politik. Sebenarnya dari awal yang bersangkutan sudah gagal dalam seleksi administrasi karena terlambat menyerahkan ijazah yang dilegalisir salah satu P.T di Purwokerto, baru 3 hari setelah penutupan penyerahan kelengkapan pendaftaran, ijazah tersebut baru diserahkan dan tetap diterima oleh Sekretaris KPU Kota Magelang.

  3. Kepada Yth.
    Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kota Magelang
    Di tempat

    Sehubungan dengan pelaksanaan Tes Seleksi Calon Anggota KPU Kota Magelang yang akan memasuki tahapan fit and proper test (6 Oktober 2008), maka dengan ini kami ingin menyampaikan hal – hal sebagai berikut untuk menjadi bahan masukan bagi Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kota Magelang yang juga adalah Ketua dan Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah.
    Masukan ini kami himpun dari beberapa sumber yang dapat dipercaya baik eksternal (masyarakat) maupun dari intern (staff Sekretariat KPU Kota Magelang) dan tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kota Magelang, kami merahasiakan identitas para nara sumber. Namun ke-otentikan dan kebenaran data yang kami himpun bisa di ricek ulang dan di konfirmasi dengan sumber data dengan metode cross over survailance.
    No. Nama Peserta Fakta
    1. Ir. Bagus Triwiyono (Anggota KPU Kota Magelang, Divisi Pendaftaran Pemilih dan Pencalonan Peserta Pemilu) – Meloloskan Walikota Magelang, H. Fahriyanto (saat ini tersangka kasus korupsi Stadion Madya); dalam Pilkada Kota Magelang 2005, padahal yang bersangkutan mendaftar dengan ijazah SLTA palsu, kasusnya masih diproses di Polda Jateng sampai saat ini. (Jawa Pos, 16 Mei 2005, Suara Merdeka 18 Mei 2005, Website: JPPR: 20 Mei 2005 dan Website MTI (Masyarakat Transparansi Indonesian: 21 Mei 2005)
    – Sebagai seorang Anggota KPU, ybs. tidak mencerminkan bahwa KPU adalah lembaga penyelenggara Pemilu yang independen, mandiri dan tetap. Ini terlihat dari kedekatan ybs. dengan beberapa partai politik di Kota Magelang, serta memberi ruang gerak yang berlebihan tanpa melihat koridor dalam UU. Penyelenggara Pemilu.
    – Pada saat hari penutupan penyerahan kelengkapan administrasi, ybs. Belum melengkapi ijazah yang dilegalisir, baru 3 hari setelah hari penutupan melengkapinya.
    – Sering menggunakan fasilitas Sekretariat KPU Kota Magelang, seperti mobil, handycam dan laptop diluar kepentingan dinas.
    – Sering berbeda pendapat secara frontal dan personal dengan Ketua KPU Kota Magelang dan juga dengan Anggota KPU Kota Magelang lainnya, bahkan mengenai hal – hal yang tidak ada kaitannya dengan kedinasan.
    – Sering berbeda pendapat dan meng-intervensi Sekretaris dan staff Sekretariat KPU Kota Magelang; berkaitan dengan SPPD dan hal – hal lain yang bersifat keuangan.
    – Kurang berbaur secara sosial dengan sesama Anggota, Ketua dan Sekretariat KPU Kota Magelang

  4. Tolong jg dicermati proses seleksi kpu grobogan. Timsel tidak cermat dalam penentuan rangkin 10 besar.Cenderung merekayasa dan ada kepentingan utk meloloskan calon tertentu. contoh ranging 16 assismen psikologis dan tes tulis tidak standar malah diajukan menjadi 10 besar. Sedangkan banyak hasil test tulis lain dan assisment yang lebih bagus rangkin atas malah tidak diajukan. Mohon KPU Jateng mencermati proses dari test tulis,assimsnet dan wawancara. Klo wawancara sueah bisa ditebak,…siapa yg tdk dikehendaki akan diberikan nilai sedikit, dan yg dikehendaki akan diberi nilai banyak.Jd banyak ornag potensial yag terguling setelah waaawancara,.sementara ranking 10 keatas ari tes tulis dan assisment malah diajukan 10 besar. Mohon dikoreksi pereankingannya,..masih banyak no 11 keatas yg lebih berkualitas!! Penentuan rankin 10 Besar adalah hasil olahan timsel yg harus dipertimbangkan ulang.

  5. Mas, rasa-rasanya kampanye rapat umum di lapangan koq tidak banyak membawa hasil yang signifikan bagi partai peserta pemilu maupun para calegnya. Hanya hiburan bagi masyarakat peserta, itupun hanya kelompok kecil yang berada di sekitar panggung.Pesan tidak banyak sampai ke rakyat. Partai kurang melakukan pendidikan politik rakyat. Jadi usul saya, kampanye parpol cukup di TV saja, biayanya ngirit. KPU supaya lebih aktif, kerja sama dengan media baik elektronik maupun non elektronik. Kayaknya damai deh! Calegnya bisa saja terus mensosialisasikan diri, tanpa harus mengobral janji dan bantuan. Begitu! Trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: