Jangan Ingkari Janji (Lagi)

Dalam sepanjang hidup kita, hampir bisa dipastikan pernah mengucapkan janji. Baik janji kepada orang lain maupun janji kepada diri kita sendiri. Seringkali kita dengan mudah mengucapkan janji kepada orang lain, tanpa terlebih dahulu memikirkan apakah (sebenarnya) kita mampu untuk memenuhi janji tersebut atau tidak. Janji dengan orang lain memang akan sangat nampak akibatnya manakala kita tidak mampu menepati janji yang telah terucap dari mulut kita. Setidaknya kita akan terus ditagih hutang janji oleh orang yang kita janjikan sesuatu.

Janji juga dapat terucap pada diri sendiri. Seperti janji untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Sama halnya janji kepada orang lain, janji pada diri sendiri juga seharusnya diupayakan untuk ditepati atau dipenuhi. Namun seringkali janji pada diri sendiri mendapatkan ‘toleransi’ lebih untuk diingkari, untuk tak ditepati dengan beragam alasan, dengan beragam pembenaran diri.

Sebuah janji memang sangat ringan untuk diucapkan dengan mulut kita namun seringkali terasa sangat berat dan sulit untuk menepatinya. Bahkan terkadang sudah seperti menjadi kebiasaan untuk mengingkari janji dengan membuat janji baru lagi. Janji, janji, dan janji. Semuanya harus ditepati. Jika memang terasa tidak mampu untuk menepati sebuah janji maka seindahnya janganlah membuat janji. Jika memang sudah membuat janji, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri maka tepatilah janji itu. Biasakanlah untuk tidak mengingkari janji. *

~ by isdiyanto on 12 April 2008.

6 Responses to “Jangan Ingkari Janji (Lagi)”

  1. benar…
    ini peringatan buat saya jugašŸ˜³
    thx eniwei

  2. Ah……semua orang bisa saja protes N memberikan peringatan.Usul yang bagus. namun sebuah peringatan akan lebih baik jika dimulai dari insan yang mengucapkannya. Apakah memang sudah bisa menepati janji atau malah yang bikin tulisan adalah orang yang memang sukar menepati janji. He…

  3. iya, memang kita harus hati-hati sana yang namanya janji.
    klau banyak janji gak ditepati biasanya dibilang suka ngegombal.

  4. seorang laki2 sejati harus bisa dipegang omongannya… =)

  5. bukannya ‘janji untuk dilanggar’ ya?

  6. nuwun sewu, numpang nampang.
    yup! saya sih setujuh semuah. mau untuk diingkari, ditepati, ato dilupa. semua itu berkembang sesua konteks yang melingkupinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: