Andalkan Halaman Lokal

Pembaca tentu akan lebih tertarik membaca suatu berita yang terjadi atau berkaitan dengan daerahnya sendiri, bila dibandingkan dengan berita yang terjadi di daerah yang nun jauh di sana. Untuk itu banyak strategi yang diterapkan oleh masing-masing media untuk lebih mendekatkan diri dengan khalayak pembacanya. Salah satunya adalah dengan menghadirkan halaman-halaman khusus yang bersifat lokal atau kedaerahan.

Sebagai harian yang berskala nasional, Kompas dan Seputar Indonesia rasanya cukup memahami akan hal ini. Kompas dan Seputar Indonesia sama-sama menyajikan halaman khusus yang bersifat kedaerahan. Kompas yang sudah terbit sejak 28 Juni 1965, saat ini setidaknya telah menghadirkan halaman-halaman lokal di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Bagian Utara. Sementara Seputar Indonesia yang terbit perdana pada 30 Juni 2005, saat ini telah hadir dengan sajian edisi lokalnya di daerah Jawa Tengah & DIY, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Kehadiran halaman lokal yang berisi berita-berita di seputar daerah yang bersangkutan tentu menghadirkan konsekuensi tersendiri bagi Kompas dan Seputar Indonesia, yakni dengan mendirikan kantor biro di masing-masing daerah tersebut untuk lebih memahami dan mengerti apa keinginan dan kebutuhan masyarakat.

Apa yang dilakukan Kompas dan Seputar Indonesia, pun dilakukan oleh Suara Merdeka yang menguasai pangsa pasar media di daerah Jawa Tengah. Sebagai tuan rumah, Suara Merdeka tak mau kecolongan dengan semakin banyaknya media yang hadir di daerah Jawa Tengah. Untuk itu, Suara Merdeka yang termasuk salah satu surat kabar tertua di Indonesia berusaha menghadirkan halaman-halaman yang bersifat lokal. Suara Merdeka yang sudah terbit sejak 11 Februari 1950, saat ini telah menghadirkan halaman-halaman khusus di setiap daerahnya. Halaman Suara Banyumas, hadir di daerah eks-Karesidenan Banyumas, halaman Semarang Metro hadir di daerah eks-Karesidenan Semarang, halaman Suara Pantura hadir di daerah eks-Karesidenan Pekalongan, halaman Suara Solo hadir di daerah eks-Karesidenan Surakarta dan halaman Muria hadir di daerah eks-Karesidenan Pati.

Kehadiran halaman-halaman lokal ini tentu menjadi salah satu andalan untuk mampu mendongkrak oplah cetak media masing-masing disamping strategi yang lainnya. Dan untuk mempertahankan pembaca setianya untuk tak berpindah ‘ke lain hati’. *

~ by isdiyanto on 28 April 2008.

2 Responses to “Andalkan Halaman Lokal”

  1. salah satu strategi ya..

  2. tapi seringkali halaman lokal dari koran nasional itu sepertinya masih kalah deh ‘kepekaannya’ dan ‘proporsional-objektif’-nya, drpd koran lokal. tapi ya masing2 ada kelebihan & kekurangan, sih yaa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: