Golput dan Lemahnya Peranan Parpol

Pesta demokrasi untuk menentukan siapa gubernur Jawa Tengah periode 2008-2011 usai sudah digelar Minggu (22/6) yang lalu. Pasangan Bibit Waluyo dan Rustriningsih juga sudah ditetapkan oleh KPUD Jateng pada Selasa (1/7) kemarin sebagai pasangan cagub dan cawagub dengan perolehan suara terbanyak.

Namun ada sedikit catatan dalam pelaksanaan Pilgub yang baru pertama kali dilaksanakan secara langsung, yakni tingginya angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput (golongan putih) yang mencapai 11.854.192 atau 45,8 persen dari jumlah pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 25.861.234. Jumlah golput masih lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan suara terbanyak yang diperoleh pasangan Bibit Waluyo dan Rustriningsih.

Tingginya angka pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya menunjukkan lemahnya peranan yang dijalankan oleh partai politik (Parpol) yang ada di Jawa Tengah. Terbukti Parpol kurang mampu mendorong masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pilgub. Parpol seharusnya dengan aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar mampu memahami politik dengan sesungguhnya dan bukan hanya mendekati masyarakat ketika akan menghadapi pemilihan saja supaya mendapatkan hati masyarakat.

Parpol cenderung lebih aktif dan menampakkan dirinya dengan berbagai aktivitasnya ketika menjelang pemilihan saja dan terkesan menghilang usai pemilihan. Sepertinya Parpol kurang membuat program-program yang senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat untuk dapat menunjang berjalannya peranan yang dimiliki oleh Parpol. *

~ by isdiyanto on 7 July 2008.

2 Responses to “Golput dan Lemahnya Peranan Parpol”

  1. Golput sangat erat kaitannya dengan kepentingan, sekarang semakin banyak orang yang merasa bahwa pemilu ataupun pilkada tidak membawa perubahan apapun pada kepentingan mereka so mereka memilih buat golput ajah.
    kalo aku kemaren ga milih juga, tapi bukan berarti golput, karena sebenernya ku pengen milih tapi karena faktor administratif aku ga bisa milih.
    oh iya, “tidak memilih” dengan “memilih untuk tidak memilih” itu beda lho….

  2. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    sudah saatnya kita ganti sistem, semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: