Koalisi untuk Kepentingan Rakyat

Seiring dengan semakin dekatnya waktu Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pilpres tahun 2009, suhu perpolitikan di negeri ini juga kian meningkat dan kian kentara. Persaingan antar partai politik (Parpol) kian digencarkan lewat berbagai cara untuk bisa merebut simpati dan dukungan masyarakat. Mulai dari memasang beragam atribut Parpol -berupa bendera, baliho, spanduk, umbul-umbul, sticker, pamflet- di setiap sudut kota, memasang iklan Parpol di media massa -cetak dan elektronik-, hingga beragam aktivitas yang senantiasa ‘beraroma’ kampanye.

Seakan semua jalan ditempuh oleh setiap Parpol untuk bisa menjadi pemenang dalam pertarungan Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2009. Ketatnya syarat bagi Parpol untuk bisa mengajukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden membuat Parpol harus berancang-ancang melakukan koalisi dengan Parpol lainnya. Terlebih bagi Parpol-parpol baru yang belum teruji kemampuan dan dukungannya, yang sudah berancang-ancang mengusung kandidat dari internal Parpolnya. Koalisi menjadi suatu keharusan.

koalisiKini, para petinggi Parpol pun sudah mulai melakukan kasak-kusuk dengan petinggi Parpol lainnya. Berusaha membangun komunikasi politik awal untuk menjajaki kemungkinan terjadinya koalisi untuk bersama-sama mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden bersaing dalam Pilpres 2009. Namun sebagian besar Parpol baru akan menentukan koalisi pasca Pemilu Legislatif mendatang, untuk mengetahui seberapa besar dukungan dari rakyat terhadap Papol. Sehingga proses ‘tawar-menawar’ untuk membangun koalisi akan lebih mudah dilakukan.

Tak hanya di tingkat nasional, di tingkat daerah pun koalisi antar Parpol bisa dilakukan. Bahkan di level daerah -baik kabupaten/kota maupun provinsi- koalisi antar Parpol lebih sering dilakukan. Demi mencapai tujuannya maka koalisi pun bisa dibangun dengan Parpol manapun yang bersedia berjuang bersama. Perbedaan platform dan ideologi yang diusung masing-masing Parpol tak menjadikan hambatan. Seakan begitu mudah menyatukan perbedaan platform dan ideologi yang ada. Mungkin sedikit dikesampingkan demi mencapai kekuasaan.

Koalisi Kebangsaan dan Koalisi Kerakyatan merupakan contoh koalisi yang pernah dibangun usai Pemilu Legislatif tahun 2004 yang lalu. Koalisi Kebangsaan awalnya merupakan gabungan tujuh Parpol, yaitu Partai Golongan Karya (Partai Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), dan Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme). Sementara Koalisi Kerakyatan awalnya juga merupakan gabungan tujuh Parpol, yaitu Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (Partai PDK), Partai Pelopor, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), serta Partai Penegak Demokrasi Indonesia (Partai PDI).

Tujuan koalisi hanya sekedar untuk bisa memuluskan memperoleh kekuasaan belaka. Sehingga tak ayal koalisi tersebut pun tidak mampu bertahan cukup lama. Ini membuktikan koalisi yang dibangun hanya didasarkan demi kepentingan sesaat, demi kepentingan segelintir kelompok saja. Dan bukan demi kepentingan rakyat yang telah mengamanatkan suaranya pada Parpol. Pengalaman tersebut hendaknya bisa dijadikan pelajaran bagi Parpol untuk berbenah diri. Dan berusaha menjadi Parpol yang benar-benar mampu memahami aspirasi rakyat, sehingga setiap langkah yang diambil hanya demi kepentingan rakyat luas. Bukan demi kepentingan segelintir kelompok tertentu dan bukan demi kepentingan sesaat belaka. *

~ by isdiyanto on 23 January 2009.

9 Responses to “Koalisi untuk Kepentingan Rakyat”

  1. Siapapun Pemimpinnya (eksekutif ato legislatif), yang terpenting harus bisa merealisasikan keinginan rakyat. Bukan cuma demi kepentingan pribadi ato golongan aja.
    Nah..adakah pemimpin yang demikian?
    Jawabnya…Harus ada.
    dimana?…

  2. “Tujuan koalisi hanya sekedar untuk bisa memuluskan memperoleh kekuasaan belaka.”

    Setuju, memang itu adanya…

  3. Hi friend.. Nice post.. Visit my blog and post your comments.. Cheers!!!

  4. Siapapun presiden yang terpilih nanti, semoga bisa membawa indonesia menjadi lebih baik lagi, tidak seperti sekarang.

  5. Sori kemarin nggak sempat ngurusi link, Mas.
    Tapi sekarang udah aku link balik koq.
    Makasih.

  6. Artikelnya mantap Mas, jangan-jangan ahli politik nih Mas Isdi, sukses ya

  7. semoga bisa amanah…amien

    salam

  8. artiklnya keren pak
    saya juga suka politik
    smoga indonesia jaya selalu

    thanks
    kampanye damai pemilu indonesia 2009
    belajar sulap

  9. artikelnya bagus, tapi saya masih kurang tau tentang politik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: