Dibalik Kemegahan Bundaran Videotron

Bundaran Videotron yang terletak di persimpangan Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo dan Jalan Menteri Supeno dengan kemegahan bentuknya merupakan salah satu tetenger bagi Kota Semarang. Jauh sebelumnya bundaran yang berada tepat di depan Patung Pangeran Diponegoro Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan Semarang ini sudah memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Kota Semarang dengan bentuknya yang jauh lebih sederhana.

bundaran-air-mancur-bBundaran Videotron sebelumnya lebih dikenal masyarakat dengan Bundaran Air Mancur karena bentuknya yang berupa tugu dengan air mancur yang berada di sekeliling bagian bawahnya. Dengan kesederhanaan bentuknya Bundaran Air Mancur telah menjadi saksi sejarah bagi pergerakan mahasiswa yang ada di Kota Semarang saat tumbangnya kepemimpinan Presiden Soeharto pada pertengahan tahun 1998 yang lalu. Sehingga di kemudian hari Bundaran Air Mancur menjadi tempat pengingat kembali semangat reformasi yang sudah digelorakan oleh mahasiswa-mahasiswa pada saat itu.

bundaran-air-mancur-a2bundaran-air-mancur-cbundaran-air-mancur-dbundaran-videotron-aBundaran Air Mancur juga menjadi salah satu tempat favorit bagi mahasiswa maupun berbagai elemen masyarakat yang ada di Kota Semarang untuk menggelar beragam aksi unjuk rasa guna menyampaikan pendapat secara terbuka mengenai berbagai masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Seperti tampak dalam foto sejumlah mahasiswa sedang menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Air Mancur pada Februari 2007 yang lalu. Bahkan hingga saat ini meski telah berubah bentuknya dan kini lebih dikenal dengan Bundaran Videotron pun masih sering menjadi sasaran bagi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat untuk melakukan beragam aksi unjuk rasa untuk meluapkan beragam aspirasinya.

Kesederhanaan Bundaran Air Mancur kini telah tiada dan berubah menjadi kemegahan Bundaran Videotron. Pada Maret 2007, saat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melakukan pembongkaran dan pembangunan kembali Bundaran Air Mancur dengan bentuk yang lebih modern sempat memunculkan pro kontra dan sempat menjadi polemik di tengah masyarakat. Karena Pemkot Semarang dianggap mengabaikan nilai sejarah Bundaran Air Mancur yang telah menjadi saksi perjuangan mahasiswa di saat awal era reformasi. Dan Pemkot Semarang dianggap lebih mengutamakan sisi finansial semata dengan menjadikan Bundaran Air Mancur sebagai titik reklame baru dengan bentuk video elektronik (videotron). Namun upaya Pemkot Semarang untuk mempercantik Bundaran Air Mancur tetap berjalan lancar, mulai pembangunan pondasi, pemasangan rangka videotron hingga Bundaran Videotron selesai dibangun.

bundaran-videotron-bBundaran Videotron dengan konstruksi berbentuk segitiga dengan tinggi menara sekitar 15 meter ini pun masih tetap mempertahankan adanya air mancur -yang telah menjadi identitas bundaran ini sebelumnya- namun dengan bentuk muncratan air yang lebih bagus seperti jamur besar. Air mancur berada di taman yang tampak hijau dengan garis tengah sekitar 19 meter tepat di bawah videotron. Videotron yang berdiri megah tersebut selain dijadikan sebagai papan reklame elektronik bagi pihak swasta juga dijadikan sebagai sarana informasi pelayanan dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang. Di atas videotron tersebut juga terdapat logo Kota Semarang dalam dua sisi. Salah satu keunikan yang dimiliki Bundaran Videotron ini adalah videotron yang ada dengan ukuran 5 meter x 10 meter x 2 meter tersebut bisa berputar.

Meskipun telah mengalami perubahan bentuk yang cukup berarti namun keberadaan Bundaran Videotron saat ini masih terbilang tetap mampu menjadi salah satu tetenger bagi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Dan kawasan di sekitar Jalan Pahlawan yang bersimpangan dengan Jalan Imam Bardjo dan Jalan Menteri Supeno ini pun tampak lebih cantik dan megah tanpa mengurangi nilai sejarah yang dimiliki Bundaran Air Mancur sebelumnya. *

~ by isdiyanto on 1 May 2009.

5 Responses to “Dibalik Kemegahan Bundaran Videotron”

  1. Yang mengurangi keindahan dibundaran itu cuma pagar pembatas dari kepolisian (sponsor dari salah satu dealer motor), sehingga pengguna jalan tidak bisa berputar disitu, meskipun kadang ada ynag curi2 kesempatan..hehe

  2. who.. ini to Videotron yg sempat jadi kontroversi itu? Gak begitu jelek juga kok. Ttg disain arsitektur-nya dan fungsinya, belum bisa meinlai -lah. Kecuali kalo sudah datang langsung, melihat dg mata kepala.. dan mendengar sendiri dr orang2 sekitar ttg kesan2 mereka, perbandingan dulu dan kini. …tapi nilai historis mmg sukar dihapus.

  3. cool nice picture lho … kapan balik ke semaranh

  4. liat foto2 bundaran, jd inget zaman kuliah dl… malem2 ngadain aksi damai sambut hari ibu… i miss all my friends di komi FISIP Undip… luv u bibeh..

  5. […] menjadi point of interest. Meski pada masa pembangunannya dulu mengundang protes banyak kalangan, khususnya mahasiswa, pada beberapa kesempatan videotron di atas air mancur dimanfaatkan untuk nobar (nonton bareng) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: