Semoga Semarang Bebas Banjir dan Rob

Saat hujan turun mengguyur wilayah Kota Semarang, walaupun hanya beberapa saat hampir dipastikan di beberapa tempat dan beberapa ruas jalan di Kota Semarang akan tergenang banjir ataupun rob. Pemerintah Kota Semarang pun terus berupaya untuk mengatasi banjir atau rob yang terjadi di Kota Semarang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerjasama dengan the Hoogheemraadschap van Schieland en de Krimpenerwaard (HHSK) yang merupakan lembaga publik pengelola perairan di Belanda.

Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan HHSK akan membangun Sistem Polder Banger di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Sistem Polder Banger yang akan dibangun ini berbeda dengan Polder Tawang yang terletak tepat di depan Stasiun Besar Kereta Api Semarang Tawang. Polder Tawang hanya sebatas kolam retensi. Dimana kolam retensi merupakan salah satu bagian dari Sistem Polder Banger.

Selain itu Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan HHSK juga membentuk Badan Pengelola Polder Banger Sima (BPPB Sima) dengan tujuan untuk melaksanakan tugas operasional dan pemeliharaan infrastruktur fisik Sistem Polder Banger. BPPB Sima merupakan sebuah organisasi non struktural yang beranggotakan para perwakilan stakeholder Sistem Polder Banger. Nama Sima diambil dari gabungan kata Schieland en de Krimpenerwaard dan Semarang, untuk mengabadikan kerja sama antara kedua belah pihak.

Pencanangan pembangunan fisik Sistem Polder Banger dan pelantikan BPPB Sima telah dilaksanakan pada 8 April 2010 yang lalu bertempat di lokasi pembangunan rumah pompa di Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur. BPPB Sima akan menerima beberapa tugas yang didelegasikan oleh instansi terkait dalam operasional dan pemeliharaan infrastruktur Sistem Polder Banger. Salah satu diantaranya adalah delegasi tugas pengelolaan limbah padat di badan Kali Banger dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (Dinas PSDA dan ESDM) Kota Semarang.

HHSK berkomitmen untuk mendampingi BPPB Sima maupun Pemerintah Kota Semarang, khususnya dalam hal penguatan kapasitas kelembagaan yang akan dilaksanakan pada tahun 2010-2011, antara lain dengan memberikan hibah dana awal kelembagaan BPPB Sima sebesar 14.000 Euro (Rp 170 juta) yang diserahterimakan kepada BPPB Sima pada saat pelantikan dan mengirimkan stafnya untuk melaksanakan pelatihan operasional dan pemeliharaan Sistem Polder bagi BPPB Sima maupun staf Pemerintah Kota Semarang.

Pembangunan fisik Sistem Polder Banger akan dilaksanakan pada tahun 2010-2012, meliputi pembangunan Stasiun Pompa di Kelurahan Kemijen yang berfungsi mengalirkan air hujan ke laut (perlindungan dari banjir) untuk mengatur muka air di dalam wilayah Banger Polder, pembangunan Bendung (dam) Kali Banger yang membendung Kali Banger tepat di bawah jalan arteri utara berfungsi untuk melindungi Banger Polder dari rob, pembangunan tanggul utara Sistem Polder Banger yang lokasinya bertepatan dengan jalan arteri utara, pembangunan tanggul timur Sistem Polder Banger yang lokasinya bertepatan dengan tanggul Banjir Kanal Timur, pembangunan kolam retensi yang digunakan sebagai tambak serta berperan sebagai penyangga pada saat curah hujan yang sangat tinggi untuk mencegah terjadinya banjir, pengerukan Kali Banger untuk menambah kapasitas Kali Banger agar dapat menampung air lebih banyak lagi dan perbaikan saluran sekunder di Kawasan Kali Banger.

Pembangunan Sistem Polder Banger yang menelan biaya cukup besar ini diharapkan mampu menjadi solusi yang bersifat integratif antara aspek teknis maupun kelembagaan untuk menjamin keberlanjutan penanganan banjir dan rob di kawasan Kali Banger khususnya dan akan menjadi percontohan yang bisa direplikasi di wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa.

Sistem Polder Banger dibangun untuk melindungi kawasan Kecamatan Semarang Timur supaya terhindar dari banjir dan rob. Sementara itu untuk mengatasi masalah banjir di kawasan selain Kecamatan Semarang Timur, Pemerintah Kota Semarang bersama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan penanganan tersendiri dengan pembangunan Waduk Jatibarang, normalisasi Banjir Kanal Barat, Kali Baru, Kali Asin dan Kali Semarang. Semoga beragam upaya yang tengah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Semarang. Bisa merasakan Kota Semarang yang bebas dari banjir dan rob. Semoga… (HHSK Semarang Representative)

~ by isdiyanto on 14 June 2010.

8 Responses to “Semoga Semarang Bebas Banjir dan Rob”

  1. semoga dg pembangunan sistem polder banger itu semarang benar2 bebas banjir ya, mas…
    amin….🙂

  2. hmm…ttp aja mas banjir…kan masyarakat masih suka buang sampah sembarangan:mrgreen:

  3. Wah, untungnya Simpanglima nggak kena rob ya
    kalo habis hujan banjir juga sih

  4. oh yeah???
    we’ll see..
    *apatis mode.ON 😀

  5. semoga sukses dan tidak ada banjir lagi di kota semarang

  6. Semarang utara dan semarang tengah, akan teratasi masalah banjir dan rob,walaupun hal ini akan terwujud pada tahun 2012.sehingga pada kurun waktu yang sangat panjang tersebut,masyarakat disamping untuk bersabar dan juga diharapkan bisa berperan aktip dengan menjaga lingkungan yang bersih dan sehat,termasuk tidak membuang sampah sembarangan,serta mendirikan bangunan di DAS.
    pemerintah, sudah giat membenahi infrastruktur termasuk jalan dan sungai,kalo hal ini tidak disadari oleh masyarakat maka usaha pemerintah saat ini akan sia-sia,
    kedepan Semarang akan memliki lembaga-lembaga polder,hampir mirip apa yang ada di negara Belanda,belanda mempunyai permasalahan banjir dan rob, oleh kerajaan belanda dibuatlah sebuah dam raksasa yang saat ini usianya kurang lebih 750 tahun dan dam itu saat ini sangat berguna dan negara kincir angin tersebut sudah mempunyai ratusan dam dan dikelola oleh masyarakatnya,baik mengenai OM ataupun OPnya.
    sahingga harapan kota semarang akan meneru sistem yang sudah ada dan berjalan dengan baik.
    hal tersebut sudah direspon oleh dirjenpengairan pusat.dan prolder semarang nantinya juga akan menjadi percontohan pada kota- kota lain termasuk negara-negara tetangga yang lain,berarti kedepan Semarang akan menjadi pusat study tentang pengendalian rob dan banjir terbesar dan termodern di asia tenggara dan kota-kota besar lainnya.
    kemudian anjuran kami selaku Badan pengelola SIMA yang sudah terbentuk pada tanggal 8-april-2010.bersiaplah untuk menjadi tuan rumah pusat study yang ramah dan baik serta menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

  7. sekarang ini sudah masuk pada musim penghujan walaupun curah hujannya tidak menentu, namun kita harus waspada dengan curah hujan yang kadang tinggi dan terkandang rendah,bebrapa hal yang mesti kita waspadai adalah pertama tentang selokan yang sering mudah membludak dan ini dikarenakan sumbatan sampah, yang kedua tentang nyamuk demam berdarah, ini yang juga perlu diberantas sedini mungkin.

  8. ini skripsiku….
    peritugnanya emmmmm,lumayan mumet….hmmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: