Kenapa Harus Nanti?

Jarum jam terus berputar, terus bergerak tanpa henti. Detik berubah menjadi menit, menit berubah menjadi jam, jam berubah menjadi hari, hari berubah menjadi minggu, minggu berubah menjadi bulan dan bulan berubah menjadi tahun. Terus bergerak tiada henti yang memberikan arti bahwa waktu terus melaju, tiada berhenti dan tak bisa diputar kembali ke masa lalu barang sedetikpun. Setiap waktu sangat berarti untuk melakukan beragam kegiatan maupun pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pekerjaan yang bisa dikerjakan saat ini seharusnya bisa dikerjakan saat ini pula dan jangan sampai menunda-nunda pekerjaan yang bisa mengakibatkan menumpuknya suatu pekerjaan di waktu yang lainnya. Kesempatan yang ada untuk dapat mengerjakan suatu pekerjaan jangan disia-siakan karena belum tentu ketika pekerjaan yang ditunda-tunda dapat dikerjakan pada waktu yang lain.

Untuk mengurangi supaya pekerjaan tidak menumpuk pada suatu waktu, alangkah eloknya setiap hari dibuat daftar pekerjaan yang harus dikerjakan dan diselesaikan setiap harinya. Dengan adanya daftar pekerjaan yang memiliki target harus diselesaikan setiap harinya setidaknya membuat aktivitas lebih terencana, lebih tertata dan lebih dengan mudah menentukan prioritas pekerjaan yang harus lebih utama diselesaikan. Dan yang paling penting adalah kalau bisa dikerjakan dan diselesaikan sekarang, kenapa harus nanti? *

~ by isdiyanto on 25 July 2010.

5 Responses to “Kenapa Harus Nanti?”

  1. kadang udah ada schedule untuk melakukan suatu pekerjaan.. but,,sometimes penyakit ‘malas’ memang susah dicari obatnya..hehe…salam kenal…

  2. betul…, janganlah kau akhirkan pekerjaanmu kalau kau bisa kerjakan hari ini.

  3. sudah menjadi karakter bangsa ini,ayo mulai dari diri kita, budaya menunda-nunda pekerjaan kita kikis…

  4. sEHARUSNYA kita memanfaatkan waktu, tp tanpa kita sadari kita yang dimanfaatkan waktu.

  5. Tulisan yang sangat memotivasi. Tapi kadang sulit untuk dilakukan dalam kehidupan nyata. Apalagi jika ada masalah pribadi yang menghimpit, maka semakin malaslah rasanya untuk menyelesaikan pekerjaan dan hanya diam terpaku. Mungkin kita harus menguatkan tekad untuk benar2 mampu berkomitmen dengan pekerjaan tsb. Semoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: