14 Responses to “Lativi Menjelma Menjadi tvOne”

  1. iya mas, baru tahu… makin ramai saja dunia pertelevisian indonesia..
    tapi aku suka konsep yang ditawarkan tvOne..

  2. Selamat datang,tvOne di negeri Ibu Pertiwi

  3. ibarat kereta api: banyak stasiun, banyak pemberhentian. banyak pemberhentian, banyak penumpang, banyak penumpang, banyak pula pundi yang ditampung.

    ibarat pasar: banyak penjual, banyak pembeli. banyak dagangan yang harus dijual, banyak pula pembeli yang harus mengkonsumsi. apakah kita sudah siap mengkonsumsi tanpa punya uang.

  4. isya tuh sekarang banyak yang berubah-ubah … padahal acaranya sama-sama gak asyik …. hehehehe

  5. Selamat Kepada TV one yang sebeluya bernama LATIVI, cuma saya mau mengkritik sedikit niih….. sebelumnya saya kira televisi saya yang rusak……. cuma setelah saya stel men yang ada di televii saya semuanya normal…. mugkin masukan dari saya tolong perbaiki kualitas gambarnya karena keterimanya di empat saya warnanya terlalu MERAH……… jadi kurang nyaman untuk di tontonnya….. sayang sekali kalau tidakada peruhaaan dengan kualitas gambarnya… karena saya fans berat LIGA INGGRIS…..

    Tks

    ing
    Cirebon

  6. owh ini to britanya,
    maklum bukan pemerhati pertelevisian kek sampeyan🙂

    salam kenal dari blogos

    kentingan.wordpress.com

  7. good luck ya buat TVONE… mas, minta tolong dong ! tolong kirimin frequensi TVONE ya ! lg perlu bngt ne mas… law bisa, kirim ke emailku ya mas…!

  8. aku seneng tvone menayangkan republik mimpi.selamat deh.
    hidup tvone !!!

  9. seneng dengan ditampilkannya ‘republikmimpi ‘ . hidup tvone !!!

  10. selamat kepada tvone. aku salah satu penggemarmu

  11. komentarku sangat terlambat. tapi sejak lativi menjelma menjadi tvone, aku adalah penggemar setia. memang jauh berbeda. yang aku heran, presenter tv manapun kalau mewawancarai nara sumber senantiasa memotong penjelasan yang belum tuntas. dikejar waktu ya?

  12. komentarku sangat terlambat. tapi sejak lativi menjelma menjadi tvone, aku adalah penggemar setia. memang jauh berbeda. yang aku heran, presenter tv manapun kalau mewawancarai nara sumber senantiasa memotong penjelasan yang belum tuntas. dikejar waktu ya?

    salam. pak begog.

  13. ajiiibbbbbbb

  14. gara2 di sini agak gangguan skarang dah jarang nontn tvone…pdhl beritanya bagus2….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: